Pulau penghasil timah itu bernama Bangka

Pulau seluas dekat 11. 693. 54 kmĀ² ini mempunyai banyak kekayaan alam yang populer semenjak era kolonial. Pulau Bangka berbatasan dengan Pulau Natuna serta Laut Cina Selatan, Pulau Belitung serta Laut Jawa.

Bangka bagi bahasa tiap hari warga Bangka memiliki makna” telah tua” ataupun” sangat tua”, Sehingga pulau Bangka bisa dimaksud bagaikan” pulau yang telah tua”. Pulau ini banyak memiliki bahan- bahan galian mineral yang terjalin dari proses alam yang telah berjuta- juta tahun lamanya. Salah satunya merupakan bahan galian timah.

Kata Bangka pula dapat dimaksud dari kata wangka yang maksudnya timah. Sebab di wilayah ini ditemui bahan galian timah, hingga diucap Pulau Timah. Sebab perpindahan ataupun bunyi bahasa yang berganti hingga warga lebih lekat memanggil pulau ini dengan kata Pulau Bangka ataupun pulau bertimah.

Bagi cerita rakyat, Pulau Bangka tidak memiliki penduduk asli, seluruh penduduk merupakan pendatang dari suku yang diberi nama Suku Sekak. Masyarakatnya masih menganut animisme. Setelah itu masuk bangsa melayu dari daratan Malaka dengan bawa agama Islam yang setelah itu tumbuh hingga saat ini.

Pulau Bangka banyak mempunyai rawa- rawa dengan hutan bakau, daratan rendah, bukit- bukit serta puncak bukit yang ada hutan rimbun. Keistimewaan lain, pulau ini mempunyai tepi laut yang landai berpasir putih serta dihiasi hamparan batu granit.

Sejarah Pulau Bangka

Pulau Bangka ialah salah satu daerah yang terletak di dasar kekuasaan Kesultanan Palembang. Sebab runtuhnya kekuasaan Kesultanan Palembang setelah itu daerah Bangka diserahkan ke tangan Inggris pada 1812. Pada 1814, oleh pemerintah Inggris pulau Bangka dibarter dengan Cochin di India yang sebelumnya kepunyaan Belanda. Pada masa perang dunia ke- 2 pemerintah Jepang yang memahami pulau Bangka dari tahun 1942 sampai 1945. Sehabis proklamasi kemerdekaan pulau ini jadi bagian dari Indonesia pada 1949.

Pulau Bangka bersama dengan pulau Belitung pada awal mulanya ialah bagian dari provinsi Sumatera Selatan sampai tahun 2000. Sehabis pergolakan pada tahun 1998 yang berujung tumbangnya kekuasaan rezim Suharto, atas desakan warga di pulau Bangka serta Belitung, pada tahun 2000 pulau Bangka serta pulau Belitung disahkan jadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Wisata Pulau Bangka

Pulau Bangka mempunyai banyak destinasi tepi laut yang spektakuler. Batuan granit yang berdimensi besar sudah jadi karakteristik khas yang luar biasa dari pantai- pantai di pulau ini. Pantainya yang masih natural serta jauh dari keramaian pula sesuai bagaikan tempat buat melepas rasa penat.

Pulau ini mempunyai Danau Kaolin, danau sisa galian tambang timah yang mempunyai corak biru yang sangat indah serta eksotis yang pula jadi destinasi wisata Pulau Bangka. Tidak hanya itu Bangka pula mempunyai padang pasir serta bukit yang eksotis di Gurun Pelawan Namang. Bukit ini juga tercipta dari sisa kegiatan tambang sehingga membentuk bukit yang sangat mempesona, mirip dengan Gurun Atacama di Chile.

Wisata pantainya yang khas semacam Tepi laut Matras, Tepi laut Tikus, Tepi laut Parai Tenggiri, Tepi laut Penyusuk, tepi laut Bilik Batu Belinyu, Tepi laut Tongaci serta masih banyak lagi wisata tepi laut di pulau ini. Untuk yang suka dengan wisata sejarah serta pembelajaran, Pulau Bangka pula mempunyai Museum Timah Muntok, yang seakan jadi saksi bisu ekspedisi tambang timah di Pulau Bangka Belitung.

Gedung museum Muntok ini juga ialah gedung memiliki, ialah kantor Bangka Tin Winning, industri timah kepunyaan negeri pada era pemerintahan Belanda yang dibentuk pada 1915, gedung ini mempunyai 2 lantai yang terdiri atas galeri, bibliotek, kantor serta pula auditorium.

Bangka pula populer bagaikan surga kuliner yang dipadati bermacam tipe santapan serta minuman yang kaya cita rasa. Mulai dari martabak bangka, mie bangka, sampai kerupuk bangka. Tidak hanya ketiganya, masih banyak lagi menu kuliner yang wajib dinikmati dari wilayah penghasil Timah terbanyak ini. Terdapat otak- otak khas Bangka, susu kedelai, bermacam seafood, serta yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *