Berkat Hal Ini, UMKM Kuliner Jogja Laris Manis

Salah satu unicorn yang merajai lini bisnis online di Indonesia adalah Go-Jek. Menjadi start up pertama yang mendapat gelar unicorn setelah enam tahun berdiri, perusahaan ini melalui Go-Food pun membantu banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal di bidang kuliner berkembang pesat. Tak terkecuali di Yogyakarta. Berkat unicorn berbasis teknologi penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran digital terdepan di Asia Tenggara tersebut, banyak pengusaha pun muncul dengan keuntungan atau omzet yang fantastis.

Sebut saja Yamie Panda. Warung yang menawarkan mie ala menu Kalimantan tersebut saat ini berkembang pesat sejak dibuka 2015 lalu.

“Saya saat ini sudah punya empat belas outlet sejak buka pertama di timoho. Dengan sertifikasi halal dan bumbu khusus, kami saat ini punya sekitar dua ratus karyawan,” ujar William Mahardika, pemilik Yamie Panda usai mendapatkan penghargaan Partner Go-Food Terbaik 2019 Regional Jawa di Kampung Tugu, Kamis (21/2/2019).

Mendapatkan label halal, produk mie mereka buat sendiri tanpa bahan pengawet. Bumbunya pun disesuaikan dengan lidah orang Jawa. Mie di warung tersebut dijual seharga Rp 9.000-25.000 per porsi.

“Saat ini kenaikan omzet kami mencapai sekitar dua puluh persen pasca ikut program go-food sehingga kami bisa membuka outlet baru,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan pemilik Salad Nyoo, Yolanda Agatha yang mampu menjual 2.000-3.000 porsi salad buah per harinya. Meski baru buka Maret 2018, keuntungan luar biasa didapatnya berkat go-food sejak empat bulan terakhir. Sehingga Salad Nyoo dinobatkan sebagai Juara Partner GO-FOOD UMKM Inspiratif Regional Jawa.

“Dulunya hanya jualan salad di kos kecil, namun setelah diusir saat ini saya sudah punya enam outlet,” jelasnya.

Sementara Darworo, Koordinator Waroeng Steak and Shake mengungkapkan, sejak ikut program Go-Food tujuh bulan terakhir, omzetnya naik lebih dari 5 persen per outlet dengan trafic konsumen sekitar 500-600 orang per harinya. Sehingga warung itu meraih juara Partner Go-Food Jagoan Go-Foodies 2019. Bahkan, Waroeng Steak kini sudah punya 84 cabang di Indonesia. Di Yogyakarta sendiri ada sebanyak 10 outlet yang tersebar di beberapa titik.

“Yang paling favorit chicken double steak. Kami saat ini menawarkan menu baru untuk pelajar dan rice box dengan harga dibawah dua puluh ribu,” jelasnya.

Andrew Mathias, Manajer Operasional Dirty Chick mengungkapkan, omzet warung ayam tersebut naik 40 persen sejak ikut Go-Food. Saat ini warung tersebut meraih juara Partner Go-Food Paling Aktif 2019.

Buka sejak 18 Juli 2016, saat ini Dirty Chick punya 21 outlet di Yogyakarta dan Purwokerto. Sehari, omzet mereka lebih dari 10 ribu potong ayam.

“Kami menawarkan banyak promo secara intens dengan go-food,” ujarnya.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi memberikan sambutan dalam penghargaan Partner Go-Food Terbaik 2019 Regional Jawa di Kampung Tugu.

Apresiasi UMKM Kuliner

Sarah Lucia, Merchant Marketing Strategic Engagement Manager Go-Food mengungkapkan, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi pelaku UMKM kuliner di Indonesia. Sehingga program itu bisa menjangkau lebih banyak mitra ekosistem, yaitu 278 merchant dan lebih dari 100 mitra driver.

“Kami kembali memberikan apresiasi kepada mitra merchant yang telah sukses tumbuh bersama. Juara Partner go-food 2019 ini mereka yang memiliki capaian bisnis mereka melalui inovasi teknologi go-food selama tahun 2018. Kami mendukung pertumbuhan bisnis mitra merchant, tidak hanya di kota-kota besar tapi juga memperluas jangkauan ke merchant lokal yang semakin menunjukkan semangat yang positif untuk terus memajukan industri kuliner di Indonesia,” ungkapnya.

Semakin luasnya area operasional GO-FOOD di Indonesia menjadikan Apresiasi Juara Partner 2019 kali ini melibatkan lebih banyak nominasi. Yaitu 278 mitra merchant dan lebih dari 100 mitra driver, dari total 92 kategori penghargaan di 14 kota.

Sarah menambahkan, hingga saat ini, Go-Food telah berkembang menjadi layanan pesan-antar terbesar di Asia Tenggara dengan mencatat hampir 400.000 mitra merchant yang bergabung per Desember 2018. Sebanyak 80 persen diantaranya merupakan pelaku UMKM kuliner.

“Perkembangan para merchant go-foo tentunya tidak lepas dari peran pelanggan setia pada kami dalam memenuhi kebutuhan kuliner sehari-hari,” tandasnya.

Delly Nugraha, VP Strategic Regional Head Central & East Java Gojek menambahkan, melihat semakin besarnya ekosistem Gojek serta antusiasme mereka di tahun ini, ajang Apresiasi Juara Partner Go-Food tahunan ini dapat menjadi ajang penghargaan kuliner terbesar di Indonesia karena melibatkan lebih banyak mitra merchant dan mitra driver Gojek. Karenanya Juara Partner GO-FOOD 2019 yang diadakan di Yogyakarta kali ini akan melibatkan nominasi dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

“UMKM merupakan faktor penting penggerak ekonomi, inilah yang terus mendorong kami untuk terus memberikan nilai tambah dan kontribusi bagi ekosistem UMKM kuliner, salah satunya beragam layanan dan program apresiasi,” ungkapnya.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengungkapkan, ditengah perkembangan Revolusi Industri 4.0, Gojek mampu membantu UMKM yang masih dalam tahap industri konvensional. Karenanya dia berharap UMKM kuliner di Yogyakarta mampu meningkatkan standarisasi menu mereka.

“Persaingan semakin ketat sehingga standarisasi kuliner penting dilakukan agar memiliki daya saing,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *